TETAP BERAMAL SALEH SELEPAS RAMADAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah,

« وفِي مُعاودَةِ الصِّيامِ بَعدَ رمضَانَ فوَائِدُ عَدِيدَةٌ:

• مِنهَا: أنَّ صِيامَ سِتَّةِ أيَّامٍ مِن شوَّالٍ بَعدَ رمضَانَ يُستَكمَلُ بِهَا أجرُ صِيامِ الدَّهرِ كُلِّهِ.

• ومِنهَا: أنَّ صِيامَ شوَّالٍ وشَعبانَ كَصلاةِ السُّنَنِ الرّواتِبِ قَبلَ الصَّلاةِ المفرُوضَةِ وبَعدَها؛ فَيَكمُلُ بذلِكَ ما حَصَلَ في الفَرضِ مِن خَللٍ ونَقصٍ، فإنَّ الفرائِضَ تُكمَلُ بالنَّوافِل يومَ القِيامةِ.

• ومِنهَا: أنَّ مُعاودَةَ الصِّيامِ بعدَ صِيامِ رمضَانَ عَلامَة على قَبُولِ صَومِ رمضَانَ؛ فإنَّ اللهَ إذا تَقَبَّلَ عَمَلَ عبدٍ وَفَّقَهُ لِعَملٍ صَالِحٍ بعده كما قال بعضهم ثواب الحسنة الحسنة بعدها

ومنها أن الأعمال التي كان العبد يتقرب بها إلى ربه في شهر رمضان لا تنقطع بانقضاء رمضان بل هي باقية بعد انقضائه ما دام العبد حيا

• ومِنهَا: أنَّ صِيامَ رمضَانَ يُوجِبُ مَغفِرَةَ ما تَقدَّمَ مِنَ الذُّنُوبِ، وأنَّ الصَّائِمينَ لِرَمضَانَ يُوَفُّونَ أُجُورَهُم في يومِ الفِطرِ، وهُوَ يومُ الجَوائِزِ، فَيَكُونُ مُعاودَةُ الصِّيامِ بَعد الفِطرِ شُكرًا لِهَذهِ النِّعمَةِ، فلا نِعمَةَ أعظَمُ مِن مَغفِرَةِ الذُّنُوبِ. فَمِن جُملَةِ شُكرِ العَبدِ لربِّهِ عَلى تَوفِيقِهِ لِصِيَامِ رمضَانَ وإعانتِهِ عَليهِ ومغفِرَةِ ذُنُوبِهِ أن يَصُومَ لَهُ شُكرًا عُقَيبَ ذلِك “

ومنها أن الأعمال التي كان العبد يتقرب بها إلى ربه في شهر رمضان لا تنقطع بانقضاء رمضان بل هي باقية بعد انقضائه ما دام العبد حيا

“Melanjutkan puasa setelah Ramadan terdapat beberapa faedah, di antaranya

1. Bahwa puasa enam hari pada bulan Syawal setelah Ramadan menjadikan pahala puasa menjadi sempurna setahun penuh.

2. Bahwa puasa Syawal dan Syakban seperti salat sunah rawatib sebelum dan sesudah salat wajib maka sesuatu yang kurang dari kewajiban bisa disempurnakan karena kewajiban-kewajiban itu menjadi sempurna dengan ibadah-ibadah sunah pada hari kiamat kelak.

3. Melanjutkan puasa setelah puasa Ramadan merupakan tanda diterimanya puasa Ramadan karena sesungguhnya apabila Allah menerima amalan seorang hamba niscaya akan diberikan hidayah taufik untuk melakukan amal saleh setelahnya sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya’.

4. Bahwa puasa Ramadan menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu dan orang-orang yang berpuasa Ramadan akan mendapatkan pahala sempurna pada hari Idulfitri, yaitu hari penghargaan bagi mereka. Maka melanjutkan puasa setelah Idulfitri sebagai tanda syukur terhadap kenikmatan ini, tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari diampuninya dosa-dosa. Dan termasuk dari rasa syukur hamba kepada Rabbnya karena telah memberikan hidayah taufik untuk berpuasa Ramadan dan menololongnya untuk menunaikannya serta ampunan dari dosa-dosa yang dia dapatkan, yaitu dia berpuasa karena-Nya setelah itu.

5. Amal yang seorang hamba mendekatkan diri dengannya kepada Rabbnya pada bulan Ramadan tidak terputus dengan selesainya Ramadan. Bahkan, tetap berlangsung selepas Ramadan selama hamba tersebut masih hidup.”

Diringkas dari: Lathaiful Ma’arif, Jilid 1, hlm. 220-222.

🖋 Oleh: al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu’ Umar حفظه الله

Baca juga: HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH 

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan komentar

Didukung oleh: Islamhariini.com