STATUS BANTAL, GULING, ATAU SEPRAI YANG TERKENA ILER”

Banyak sebab yang menjadikan seseorang mengeluarkan liur/iler saat tidur. Telah banyak penjelasan tentang hal tersebut sekaligus solusi untuk menghentikan “kebiasaan” yang menurut sebagian orang itu memalukan.

Namun kali ini bukan hal itu yang kita bahas, tapi lebih kepada status iler tersebut.. Apakah statusnya najis sehingga harus dibersihkan? Ataukah suci sehingga tidak masalah jika dibiarkan.

Simaklah penjelasan dari Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berikut ini,

هذا اللعاب الذي يخرج من النائم أثناء نومه طاهر وليس بنجس، والأصل فيما يخرج من بني آدم الطهارة إلا ما دل الدليل على نجاسته؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم  «إن المؤمن لا ينجس». فاللعاب والعرق ودمع العين وما يخرج من الأنف وماء الجروح  كل هذه طاهرة؛ لأن هذا هو الأصل، والبول والغائط وكل ما يخرج من السبيلين نجس، وهذا اللعاب الذي يخرج من الإنسان حال نومه داخل في الأشياء الطاهرة كالبلغم والنخامة وما أشبه ذلك، وعلى هذا فلا يجب على الإنسان غسله ولا غسل ما أصابه من الثياب والفرش.

“Air liur yang keluar dari orang tidur ialah suci, bukan najis. Hukum asal sesuatu yang keluar dari tubuh manusia ialah suci; terkecuali yang ditunjukkan oleh dalil bahwa ia najis. Hukum ini berdasarkan pada hadits Nabi ﷺ,

إن المؤمن لا ينجس

“Sesungguhnya seorang mu’min tidak najis.”Muttafaqun ‘alaihi

Maka liur, keringat, air mata, lendir yang keluar dari hidung, dan cairan yang berasal dari luka semuanya suci; sebab itulah hukum asalnya. Sedangkan air kecil, kotoran, dan semua yang keluar melalui ‘dua jalan’ statusnya ialah najis.

Nah, liur yang keluar di saat tidur masuk dalam jenis yang suci (dikarenakan bukan yang keluar melalui dua jalur, pent); statusnya semisal dengan dahak atau yang serupa (yang juga suci). Atas dasar ini, tidak wajib bagi seseorang untuk mencuci iler tersebut atau mencuci sesuatu yang terkenainya baik pakaian atau seprai.”

Jadi kita pahami dari sini; bahwa hal-hal yang terkena iler tidak masalah bila dibiarkan tanpa dicuci karena statusnya yang suci. Wabillaahi at-Taufiiq.

Sumber Fatwa: Fataawaa Nuur ‘Alad-Darb (no. 176) Dengarkan fatwa beliau dalam Bahasa Arab melalui, http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/w_176_01.mp3

Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Turut Meyebarkan Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com