Pelajaran TAUHID ringkas: Kajian Kitab At-Tauhid – (Bagian 1)

HIKMAH PENCIPTAAN JIN DAN MANUSIA
Untuk beribadah kepada Allah -Ta’ala-.

〰〰〰
DALIL No. 001

Allah -Ta’ala- berfirman:

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ}

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [ Surat Adz-Dzariyat ; ayat 56 ]

〰〰〰
PENJELASAN:
Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan makhluk di alam semesta ini, Semuanya diciptakan dengan penuh hikmah, memiliki maksud dan tujuan.

Terkait dengan tujuan penciptaan Jin dan Manusia; Allah -Ta’ala- berfirman;

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ}

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.” [ Surat Adz-Dzariyat ; ayat 56 ],

Sahabat Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- menjelaskan;
“Maksudnya; agar mereka menetapkan ketaatan (beribadah) hanya kepada Allah -Ta’ala- berdasarkan kemauan sendiri ataupun karena terpaksa.”

[ Lihat ”Tafsir Ath-Thabari” (22/444) , dan ”Tafsir Ibnu Katsir” (7/425) ]

〰〰〰
Al-Imam Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan;
Makna ayat tersebut;
Allah -Ta’ala- menciptakan hamba-hamba Nya untuk beribadah kepada-Nya, tiada sekutu bagi-Nya.
Barangsiapa menaati-Nya (dalam artian; melaksanakan tujuan tersebut, -pent.) Allah akan berikan balasan (kebaikan) kepadanya dengan balasan yang sempurna.
Barangsiapa durhaka kepada-Nya (yakni tidak taat kepada-Nya, -pent.); Allah akan mengadzab dia dengan siksa yang keras.”

[ Lihat ”Tafsir Ibnu Katsir” (7/425) ]

〰〰〰
KONTEKS AYAT
Konteks ayat ini sekedar menjelaskan tujuan penciptaan makhluk (Bangsa Jin dan Manusia, -pent.) . Bukan mengharuskan mereka untuk melakukan tujuan tersebut.

Jika maksudnya mengharuskan, niscaya para makhluk (Bangsa Jin dan Manusia, -pent.) akan beribadah kepada Allah -Ta’ala- seluruhnya; namun ternyata tidak demikian. (…)

(…) Sehingga penyebutan hikmah di sini hanya sekedar menjelaskan tujuan penciptaan. Di mana hal itu bisa terwujud dan bisa tidak terwujud.

Sebagai contoh; ada orang mengatakan: “Saya meraut pensil untuk menulis.” ,
Di sini ada 2 kemungkinan;
Yang pertama; Ia menulis dengan pensil tersebut.
Yang kedua; Ia tidak menulis sama sekali. (…)

[ Disadur dari kitab “Al-Qoulul Mufid” (1/25) ; Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- ]

Mudah-mudahan dari sini terjawab pertanyaan:
“Mengapa tetap ada orang-orang kafir yang tidak mau beribadah kepada Allah, padahal tujuan penciptaan mereka untuk ibadah?”

〰〰〰
PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL DARI AYAT

1- Bangsa Jin dan Manusia wajib mengesakan Allah dalam ibadah.
2- Di dalam ayat ini terdapat penjelasan hikmah (tujuan) penciptaan Jin dan Manusia.
3- Yang berhak disembah dan mendapatkan ibadah adalah Sang Pencipta (yakni; Allah -Ta’ala- , -pent.) , adapun selain-Nya tidak patut mendapatkan ibadah (alias tidak patut disembah) , karena mereka tidak bisa mencipta. Di sini jelas terdapat bantahan terhadap para penyembah berhala.
4- Di dalam ayat ini terdapat penjelasan sifat kaya Allah -Subhanahu wa Ta’ala- , Di mana Ia tidak butuh kepada makhluk-Nya, justru makhluk lah yang butuh kepada-Nya.
5- Di dalam ayat ini terdapat penetapan sifat hikmah (bijaksana) pada seluruh perbuatan Allah -Ta’ala-.

[ Disadur dari kitab “Al-Mulakkhosh fi Syarah Kitab at-Tauhid” (1/9) ; Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan -hafizhahullah- ]

Wallahu a’lamu bisshowab.

(Oleh: Al-Ustadz Abdul Hadi حفظه الله)

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com