BILA JUNUB, BERSEGERALAH UNTUK MANDI ATAU BERWUDHU

BILA JUNUB, BERSEGERALAH UNTUK MANDI ATAU BERWUDHU

Dari Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

ثلاثة لا تقربهم الملائكة جيفة الكافر والمتضمخ بالخلوق والجنب إلا أن يتوضأ

“Tiga golongan yang malaikat tidak mau mendekati mereka; (1) bangkai orang kafir, (2) lelaki yang menggunakan wewangian wanita, (3) orang yang junub hingga dia berwudhu.” -HASAN LI GHAIRIH- (Syaikh Nashir) HR. Abu Dawud (4180)

SIAPA MEREKA YANG DIJAUHI MALAIKAT PEMBAWA KEBAIKAN Selengkapnya

AKIBAT KAGUM TERHADAP AMALAN SENDIRI

AKIBAT KAGUM TERHADAP AMALAN SENDIRI

Imam Muhammad bin Abi Bakr bin Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah pernah bertutur tentang orang semacam ini :

يفعل الحسنة ، فلا يزال يمن بها على ربه ، ويتكبر بها ، ويرى نفسه ، ويعجب بها ، ويستطيل بها ، ويقول : فعلت وفعلت ؛ فيورثه من العجب والكبر والفخر والاستطالة مايكون سبب هلاكه

“Dia melakukan kebaikan dalam keadaan terus-menerus merasa berjasa pada Allah, merasa hebat dengan ibadahnya. Dia memandang kagum dan takjub pada dirinya. Seraya berkata, ‘Saya sudah ini.. Itu.. Beramal ini.. Itu..’. Hingga lahirlah dari sini sikap ujub, sombong, dan membangga diri yang itu jadi sebab kebinasaannya.” Selengkapnya

SAYYIDUL ISTIGHFAR (Pemuka Istighfar)

SAYYIDUL ISTIGHFAR (Pemuka Istighfar)

Ada sebuah Dzikir yang disebut Nabi sebagai ‘Sayyidul Istighfar’ (Pemuka Istighfar). Keistimewaannya Luar Biasa.

Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Pagi dengan Penuh Keyakinan, kemudian Meninggal sebelum Datangnya waktu Malam, maka Dia Masuk ke dalam Surga.

Barangsiapa yang Membacanya di Waktu Malam dengan Penuh Keyakinan dan Meninggal sebelum Datangnya Pagi, maka ia Masuk ke dalam Surga (H.R alBukhari).

Bacaan Sayyidul Istighfar itu adalah sebagai berikut: Selengkapnya

BUANG JAUH DUGAAN YANG TIDAK-TIDAK PADA SAUDARA KITA DEMI TERJAGANYA KEUTUHAN PERSAUDARAAN

Al-Allamah Muhammad Nashir Al Albani rahimahullah mengatakan :

كثيراً ما تقع المقاطعة والمصارمة مما يخطر في بال الإنسان من الظنون والأوهام تجاه أخيه المسلم

“Seringnya, permusuhan dan perselisihan itu berasal dari prasangka dan dugaan-dugaan tak berdasar kepada saudara muslim.” (Silsilah Huda wan Nur, kaset 23)

Maka jangan membuat kesimpulan sepihak pada saudara kita lalu mengambil sikap di atas kesimpulan itu. Semoga ikatan persaudaraan kita terus berada pada penjagaan Allah. Selengkapnya

SELAMA NILAINYA IBADAH DAN MASLAHATNYA JELAS, JANGAN DENGARKAN APA KATA ORANG

Al ‘Allamah Al ‘Utsaimiin rahimahullah memesankan :

لـو أن الإنسان سمع ما يقول الناس وما يعترضون به ما مشى خطوة ؛ لكن أنت أصلح ما بينك و بين الله ولا يهمك أحد ، فالكلام على إرضاء الله عز وجل ، فإذا التمست رضا الله بسخط الناس ، رضي الله عنك وأرضى عنك الناس

“Bila seseorang terus mendengarkan apa kata manusia dan protes-protes mereka; niscaya dia tidak akan bergerak selangkah pun. Jadi, perbaguslah hubungan antara kamu dengan Allah dan jangan pedulikan seorang pun! Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com