“Sesungguhnya Ilmu ini adalah Agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil Agama kalian” [ Muhammad Ibnu Sirin rahimahullah di dalam Muqodimah Shahih Muslim ]

BAGAIMANA BERBUAT BAIK KEPADA ISTERI DENGAN CARA YANG BENAR

Asy Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata,

Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam haji wada’ pada khutbah arafah bersabda,
” Berbuat baiklah kalian kepada para wanita (isteri) “

Sebagian orang menyangka bersikap baik pada isteri adalah:

  • Memberi kebebasan
  • Memberi semua yang ia inginkan, walaupun itu perkara yang membinasakanya dan membinasakan masyarakatnya.
  • (Apakah) ini termasuk berbuat baik kepada isteri??!,
    demi allah tidak!, itu termasuk berbuat buruk kepada isteri.

Berbuat baik kepada isteri adalah engkau;

  • membimbingnya,
  • menjaga,
  • memuliakan
  • dan mencegahnya dari perkara yang membahayakanya dan membahayakan masyarakatnya.

Inilah berbuat baik kepada wanita (isteri).

Sumber: @Ahkem_almoslima

Alih bahasa : Ustaz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin hafizhahullah.

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.” Selengkapnya

METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN MENYESUAIKAN KONDISI MASING-MASING

Pertanyaan,

ما الطَّريقةُ الصحيحةُ لِحِفْظِ القرآنِ الكريمِ؟

Bagaimana metode yang tepat dalam menghafal Al-Qur’an?

Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

الجواب: هذا لا يَحْتَاجُ إلى سؤالٍ، فكُلُّ إنسانٍ على نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ، فبَعضُ النَّاسِ يَحْفَظُ آياتٍ كثيرةً، وبعضُهمْ يحفظُ آياتٍ قليلةً، وكُلُّ إنسانٍ له ما يُنَاسِبُه. Selengkapnya

TIDAK BOLEH BANYAK BERSUMPAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فعلى الإنسان أن يكون محترما لله عز وجل معظما له لا يكثر اليمين وإذا حلف فليكن صادقا حتى يكون بارا بيمينه.

“Wajib bagi seseorang untuk memuliakan dan mengagunggkan Allah. Jangan dia banyak bersumpah! Apabila dia ingin bersumpah, hendaknya jujur sehingga dia berbuat baik dengan sumpahnya.”

Sumber:
Syarh al-Kaba’ir, hlm. 157.

Alih Bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له. Selengkapnya

MENYIBUKKAN DIRI DENGAN ILMU AGAMA ADALAH JIHAD FISABILILLAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏بقاءُ الإنسان يُطالع ويُراجع ويُذاكر ويحفظ في العلم الشرعي هو كالمجاهد في سبيل الله سواء بسواء.

“Keberadaan seseorang menelaah, mengulang, mendiskusikan, dan menghafal ilmu syari’at seperti seorang yang sedang berjihad di jalan Allah, sama persis.”

Tafsir Surat Ghafir hlm. 7

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy Selengkapnya

UNTUK APA KAU HABISKAN WAKTU DAN HARTAMU?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ.

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; ilmunya, mana yang sudah ia amalkan; hartanya, dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan; dan tubuhnya, untuk apa ia gunakan.” Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com