TETAP BERAMAL SALEH SELEPAS RAMADAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah,

« وفِي مُعاودَةِ الصِّيامِ بَعدَ رمضَانَ فوَائِدُ عَدِيدَةٌ:

• مِنهَا: أنَّ صِيامَ سِتَّةِ أيَّامٍ مِن شوَّالٍ بَعدَ رمضَانَ يُستَكمَلُ بِهَا أجرُ صِيامِ الدَّهرِ كُلِّهِ.

• ومِنهَا: أنَّ صِيامَ شوَّالٍ وشَعبانَ كَصلاةِ السُّنَنِ الرّواتِبِ قَبلَ الصَّلاةِ المفرُوضَةِ وبَعدَها؛ فَيَكمُلُ بذلِكَ ما حَصَلَ في الفَرضِ مِن خَللٍ ونَقصٍ، فإنَّ الفرائِضَ تُكمَلُ بالنَّوافِل يومَ القِيامةِ. Selengkapnya

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH [Bagian 04]

BAYAR FIDYAH PAKAI UANG

Bila kita melihat ayat tentang fidyah berikut,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” QS. Al-Baqarah: 184

Kita menjadi tahu bahwa fidyah ialah dengan memberi makanan, baik yang sudah jadi atau makanan pokok, bukan dengan uang. Mayoritas ulama berpendapat tidak sah membayar fidyah dengan uang (Dalil al-Anam, hlm. 58). Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com