MENGHINDARI ISBAL BAGI LAKI-LAKI MERUPAKAN SALAH SATU KARAKTERISTIK HAMBA YANG SHALIH

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِن كنتَ عبدًا للهِ فارفَع إزارَك.

”Bila kamu benar hamba Allah; maka naikkanlah sarungmu.”
-SHAHIH- (Shahih Al-Jami’, 1436)

REDAKSI LENGKAP HADITS DI ATAS

Dari Zaid bin Aslam, dari ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

دخلتُ على النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، وعليَّ إزارٌ يتقَعْقَعُ ، فقال : من هذا ؟ قلتُ : عبدُ اللهِ بنُ عمرَ ، قال : إن كنتَ عبدَ اللهِ فارفعْ إزارَكَ ، فرفعتُ إزاري إلى نصفِ السَّاقَينِ

”Aku pernah menemui Rasulullah ﷺ dalam keadaan sarungku menyeret di atas tanah.

Beliau berkata padaku, ‘Siapa ini?’

Aku menjawab, ‘Abdullah bin Umar [Hamba Allah anaknya Umar].’

‘Bila engkau ‘Abdullah maka naikkanlah kain sarungmu.’ Kata beliau ﷺ.

Maka akupun mengangkat sarungku hingga seukuran pertengahan betis.”

Berkata Zaid,

فلم تزلْ إزرتُه حتى مات

“Dan terus demikian sarung Ibnu Umar hingga beliau wafat.”
-SHAHIH- (Ash-Shahihah, 1568) H.R. Ahmad (6263) dan Ath-Thabrani (Al-Aushath, 4340)

KANDUNGAN HADITS MENUNJUKKAN BAHWA LARANGAN ISBAL BERLAKU UMUM

Asy-Syaikh Muhammad Nashir Al-Albani rahimahullah berkata,

وفي الحديث دلالة ظاهرة على أنه يجب على المسلم أن لا يطيل إزاره إلى ما دون الكعبين، بل يرفعه إلى ما فوقهما، وإن كان لا يقصد الخيلاء، ففيه رد واضح على بعض المشايخ الذين يطيلون ذيول جببهم حتى تكاد أن تمس الأرض، ويزعمون أنهم لا يفعلون ذلك خيلاء! فهلا تركوه اتباعا لأمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بذلك لابن عمر، أم هم أصفى قلبا من ابن عمر؟ !

“Dalam hadits ini terdapat dalil yang terang bahwa setiap lelaki muslim wajib untuk tidak memanjangkan sarung (atau celananya) melewati mata kaki.

Bahkan harus ditinggikan di atas mata kaki. Meskipun latar belakangnya bukan untuk sombong.

Dan dalam hadits ini juga terdapat bantahan jelas bagi sebagian syaikh yang memanjangkan jubahnya hingga hampir menyentuh tanah lalu beranggapan bahwa itu dilakukan bukan karena sombong.

Tidakkah sebaiknya mereka mengikuti apa kata Rasulullah ﷺ pada Ibnu Umar di atas.

Atau mereka merasa lebih bersih hatinya daripada Ibnu Umar?!”
(Ash-Shahihah, IV/95)

Hanya pada Allah kita mohon petunjuk.

Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com