MENELAN SISA MAKANAN DI MULUT SAAT SHALAT

Disebutkan dalam Kitab Al-Iqna’ dan syarahnya (Kasysyaaf al-Qina’, I/399) :

(ولا بأس ببلع ما بقي في فيه) من بقايا الطعام من غير مضغ (أو) بقي (بين أسنانه من بقايا الطعام بلا مضغ مما يجري به ريقه وهو اليسير) لأن ذلك لا يسمى أكلا (وما لا يجري به ريقه بل يجري بنفسه وهو ما له جرم تبطل) الصلاة (به) أي ببلعه.

“(Tidak masalah menelan sesuatu yang tersisa dalam mulutnya) berupa sisa makannya dengan tanpa mengunyahnya (atau menelan) yang tersisa (di sela-sela giginya dari bekas makan tanpa mengunyah, sebatas yang terbawa oleh liur -yaitu sesuatu yang sedikit-), boleh disebabkan itu tidak disebut dengan makan. (Sedangkan sesuatu yang tidak mengalir oleh liur, justru dia digerakkan oleh dirinya sendiri dan sisa makanan itu masih berbentuk; maka batal) shalatnya jika dia telan.”

Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com