JANGAN TERGESA-GESA TATKALA BERWUDU

Disebutkan di dalam hadis.

إنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رَجُلًا تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ويل للأعقاب من النار.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki berwudu lalu meninggalkan (membiarkan tidak terkena air) bagian selebar kuku di atas kakinya. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, maka beliau pun bersabda, “Celakalah tumit yang tidak terkena air wudu (karena) mendapatkan ancaman neraka!” (H.R. Al-Bukhari, no. 60; Muslim, no. 241; An-Nasai, no. 111; dan yang lainnya dengan lafaz yang disebutkan di dalam Taudhihul-Ahkam, jilid 1, hlm. 281)

Di dalam hadis yang mulia ini terdapat beberapa faedah.

1.Hendaklah berwudu dengan tenang dan memperhatikan anggota wudu yang tidak terkena air.

2. Ancaman keras bagi orang yang meninggalkan sebagian anggota wudu yang tidak terkena air.

3. Di dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tumit, bukan berarti jika sebagian dari anggota wudu yang lain yang tidak terkena air tidak mendapatkan ancaman seperti hadis ini. Bahkan, semua anggota wudu yang tidak terkena air secara menyeluruh terkena ancaman yang disebutkan di dalam hadis ini.

Asy-Syaikh Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata berkenaan dengan hal ini,

وجوب الاعتناء بأعضاء الوضوء وعدم الإخلال بشيء منها وقد نص الحديث على القدمين وبقية الأعضاء مقيسة عليهما مع وجود نصوص لها.

“Wajib untuk memberikan perhatian terhadap anggota-anggota wudu, dan tidak boleh melalaikan sedikit pun darinya. Sungguh hadis ini menyebutkan dengan lafaz kedua kaki, dan anggota wudu yang lainnya disamakan dalam hukum, serta dengan adanya dalil dalil yang menyebutkan tentang anggota-anggota wudu tersebut.”

(Taisirul-‘Allam, syarah hadis ke-3)

4. Barang siapa yang meninggalkan anggota wudu tidak terkena air, meskipun hanya ukuran selebar kuku, maka wudunya tidak sah. Karena disebutkan di sebagian riwayat, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mengulangi shalat dan wudu.

Oleh: Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.


Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com