IBADAH BERHARAP PAHALA, APAKAH IKHLAS?

بسم الله الرحمن الرحيم

Jumat, 19 Syakban 1442 H

IBADAH BERHARAP PAHALA, APAKAH IKHLAS?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

من زعم أن من عبد الله لثواب الله فعبادته ناقصة ومن عبد الله لعبادة الله فعبادته كاملة، فقد أبعد النجعة وأخطأ؛ لأن الله- سبحانه وتعالى- يقول في وصف الرسول صلى الله عليه وسلم وأصحابه {محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله وروضوانا} [الفتح: ٢٩]. وهذا لا ينافي كمال الإخلاص.

“Barang siapa yang mengira bahwa beribadah kepada Allah karena mengharap pahala, maka ibadahnya kurang. Barang siapa yang beribadah kepada Allah karena pengabdian ibadah, maka ibadahnya sempurna. Maka sungguh dia salah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menyebutkan sifat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya,

‘Muhammad adalah Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, saling berkasih sayang di antara mereka. Engkau melihat mereka rukuk dan sujud mengharapkan keutamaan dan rida dari Allah.’

Hal ini tidak menafikan kesempurnaan dari keikhlasan seseorang.”

Sumber: Fath Dzī al-Jalāli wal Ikrām, jilid 3, hlm. 45.

Oleh: al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu ‘Umar حفظه الله

Yuk Kunjungi dan Ambil Faedahnya, Jangan Lupa Bagikan, Baarokallohu fiikum…

Kunjungi:
https://simpellink.com/mediadakwah_Riyadhussalafiyyin

Tinggalkan komentar