HUKUM SHALAT DI ATAS KASUR

Pernah, ya, shalat di atas kasur? Mungkin karena keramik lagi dingin-dinginnya, atau mungkin sajadah lagi dicuci? Boleh tidak, sih, sebenarnya shalat di atas kasur dengan alasan-alasan di atas? Mari kita simak jawaban dari asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berikut.

Pertanyaan : “Apakah boleh melaksanakan shalat di atas tempat yang lebih tinggi dari lantai, seperti kasur atau yang semisalnya, dikarenakan dia ragu akan kesucian lantainya. Dalam kondisi dia tidak memiliki uzur karena sakit atau uzur lainnya?”

خـ : لا بأس أن يصلي الإنسان على مكان مرتفع عن الأرض كالسرير و نحوه إذا كان طاهرا، و كان ثابتا لا يحصل منه اهتزاز و خلل على المصلي و تشويش على المصلي ما دام أنه مستقر و أنه طاهر فلا حرج في الصلاة عليه

Jawaban: ❝ Dibolehkan bagi seseorang melaksanakan shalat di atas tempat yang lebih tinggi dari lantai, seperti kasur dan semisalnya, apabila:

tempat tersebut suci,

tidak bergerak-gerak, tidak menyebabkan guncangan,

juga tidak menimbulkan gangguan maupun hal yang mengacaukan orang yang shalat.

Selama tempatnya kokoh dan suci, tidak masalah seseorang melaksanakan shalat di atasnya.❞ (Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, no. 288)

Ini dalam kondisi tanpa uzur. Apalagi kalau ada uzur, tentunya lebih diperbolehkan lagi. Tapi jangan lupa dengan ketentuan-ketentuan yang beliau bawakan di atas, ya. Semoga bermanfaat.

(Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله)
➖ ➖ ➖ ➖ ➖
“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:
Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com