HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH

[Bagian 01]

Dari keterangan beliau di atas, maka yang memiliki kewajiban membayar fidyah ialah dua golongan. Yaitu:
[1] orang tua yang sudah tidak bisa puasa,
[2] orang yang mengidap penyakit yang divonis oleh dokter ahli bahwa tidak bisa sembuh, dan sakit itu membuatnya tidak bisa berpuasa.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

قَالَ الشَّافِعِيُّ وأصحاب: الشَّيْخُ الْكَبِيرُ الَّذِي يُجْهِدُهُ الصَّوْمُ أَيْ يَلْحَقُهُ بِهِ مَشَقَّةٌ شَدِيدَةٌ وَالْمَرِيضُ الَّذِي لَا يُرْجَى بُرْؤُهُ لَا صَوْمَ عَلَيْهِمَا بِلَا خِلَافٍ وَسَيَأْتِي نَقْلُ ابْنِ الْمُنْذِرِ الْإِجْمَاعَ فِيهِ وَيَلْزَمُهُمَا الْفِدْيَةُ

“Asy-Syafi’i dan ulama madzhab kami mengatakan bahwa orang tua yang merasa sangat berat puasa dan orang sakit yang sudah tidak punya harapan untuk sembuh maka mereka tidak wajib berpuasa tanpa ada perselisihan pendapat. Dan akan datang penukilan kesepakatan dari Ibnul Mundzir. Dan kewajiban mereka ialah membayar fidyah.” (Al-Majmu’, VI/258)

Dasar wajibnya fidyah bagi orang tua yang sudah tidak bisa puasa ialah pernyataan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Saat menjelaskan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ibnu Abbas berkata,

الشَّيْخُ الْكَبِيرُ، وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لَا يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا، فَيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا

“Kakek atau nenek tua yang sudah tidak mampu berpuasa; mereka mesti memberi makan satu orang miskin pada tiap hari yang ditinggalkan.” Riwayat Al-Bukhari (4505)

Lalu ulama menyamakan hukum orang sakit yang sudah tidak ada harapan sembuh dengan orang tua yang sudah tidak sanggup puasa lagi karena kesamaan kondisi mereka berdua, yaitu tidak memiliki kesanggupan lagi ke depannya untuk mengqadha.

🖋 Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

Baca juga: HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH Bagian 2.

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan komentar

Didukung oleh: Islamhariini.com