HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH [Bagian 03]

JIKA MEMBAYAR FIDYAH DENGAN MAKANAN POKOK

Tidak dijumpai ada hadits khusus yang menjelaskan tentang berapa berat makanan pokok yang dikeluarkan pada tiap hari yang ditinggalkan. Imam asy-Syaukani berkata,

وَلَيْسَ فِي الْمَرْفُوعِ مَا يَدُلُّ عَلَى التَّقْدِيرِ.

“Tidak ada dalam hadits nabi yang menginformasikan tentang ukuran fidyah.” (Nail al-Authar, IV/275)

Di antara pendapat ulama yang ada;

– ½ sha’, yaitu antara 1,3-1,5 kg (beras) [ Sejumlah ulama yang berpendapat demikian seperti Mujahid bin Jabr dan Fatwa Al-Lajnah ad-Da’imah ]
– 1 mud, yaitu berkisar antara 6,3-7,5 ons (beras) [ Kata Ibnu Rusyd di Bidayah al-Mujtahid, I/413, ini pendapat mayoritas ulama ]
– Tidak ada ukuran tertentunya. Intinya, jika porsi itu umumnya sudah cukup untuk jatah sekali makan, maka sudah sah. [ Dari kesimpulan penjelasan Asy-Syaikh al-‘Utsaimin di Al-Liqa’ asy-Syahri no. 41, ialah ± 4-6 ons beras untuk satu hari yang ditinggalkan ]

Untuk menetapkan mana yang kuat tentu tidak bisa dipastikan karena ketiadaan dalil tegas dalam masalah ini. Sehingga saran kami, ialah membayar fidyah seperti yang dilakukan oleh sahabat nabi, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yaitu makanan siap santap, nasi kotak atau nasi bungkus, misalnya.

Kalau kita tetap ingin membayar fidyah dengan makanan pokok di tempat kita seperti beras, maka intinya jangan sampai keluar dari pendapat ulama yang sudah ada.

🖋 Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

Baca juga: HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH Bagian 1, Bagian 2

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan komentar

Didukung oleh: Islamhariini.com