HUKUM HUKUM SEPUTAR FIDYAH

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH [Bagian 02]

UKURAN DAN JENIS FIDYAH

Asy-Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

أنه يرجع في الإطعام في كيفيته ونوعه إلى العرف؛ لأن الله تعالى أطلق ذلك؛ والحكم المطلق إذا لم يكن له حقيقة شرعية يرجع فيه إلى العرف. ومنها أنه لا فرق بين أن يملّك الفقير ما يطعمه، أو يجعله غداءً، أو عشاءً؛ لأن الكل إطعام؛ وكان أنس بن مالك حين كبر يطعم أدُماً، وخبزاً

“Sesungguhnya tata cara dan jenis pembayaran fidyah dikembalikan pada adat yang berlaku. Karena Allah hanya menyebutkan ‘memberi makan’, secara mutlak (tidak disebutkan penjelasan cara dan ukurannya). Sedang hukum yang mutlak apabila tidak ada penjelasan secara syar’inya, maka dikembalikan pada adat.

Dan bahwasanya tidak ada perbedaan apakah dengan diberi makanan pokok langsung atau dengan membuatkan makan siang atau makan malam. Karena semuanya disebut memberi makan. Sebagaimana Anas bin Malik ketika beliau telah tua (dan tidak kuat lagi puasa) beliau membayar fidyah dengan lauk dan roti.” (Tafsir Surah al-Baqarah, II/329)

Jadi, bila membayar fidyah dengan makanan masak;
– Tiap 1 porsi mengenyangkan sebagai pengganti 1 hari puasa yang ditinggalkan.

🖋 Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

Baca juga: HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH Bagian 1

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan komentar

Didukung oleh: Islamhariini.com