HIKMAH BANYAK PUASA DI BULAN SYA’BAN

عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما قال: قلت: يا رسول الله، لم أرك تصوم شهراً من الشهور ما تصوم من شعبان؟ قال: ذاك شهر يغفل الناس عنه، بين رجب ورمضان، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم.
أخرجه أحمد والنسائي وحسنه الألباني في صحيح الترغيب

✅ Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Aku berkata (kepada Rasul ﷺ ), ‘Wahai Rasulullah, tidaklah aku melihat engkau berpuasa pada suatu bulan dari bulan-bulan yang ada, seperti puasanya engkau di bulan Sya’ban?’
Beliau bersabda, ‘Itu adalah bulan yang manusia lengah pada bulan tersebut, bulan antara Rajab dan Ramadaan. Dan itu adalah bulan diangkatnya amalan ke sisi Rabb semesta alam, sehingga aku menyukai amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasai, serta disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib).

📖 Dalam hadis tersebut ada dua hikmah yang disebutkan oleh Nabi ﷺ dari memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, yaitu:

1. Banyak manusia yang lalai.

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Sya’ban dikepung oleh dua bulan yang agung: bulan haram (Rajab) dan bulan puasa. Manusia tersibukkan oleh kedua bulan tersebut, sehingga mereka terlena dari bulan Sya’ban. Banyak manusia yang mengira bahwa puasa bulan Rajab lebih utama daripada puasa Sya’ban, karena dia termasuk bulan haram. Dan tidaklah demikian.” (Lathaiful-Ma’arif, hlm. 251)

2. Sya’ban adalah bulan diangkatnya amalan ke sisi Allah ta’ala.

📝 Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah ketika membicarakan tentang keutamaan shalat subuh dan asar yang bertepatan dengan waktu diangkatnya amal perbuatan para hamba, beliau berkata, “Sehingga, siapa saja yang pada waktu itu dalam ketaatan, maka dia akan diberi keberkahan pada rezeki dan amalnya. Wallahu a’lam.” (Fathul-Bari, jilid 2, hlm. 45)

⛔ Itu terkait diangkatnya amalan harian, baik amalan siang maupun amalan malam.

✅ Demikian pula amalan tahunan, diharapkan Allah memberi keberkahan pada amalan yang telah dilakukan selama setahun dengan sebab pelakunya sedang melakukan ketaatan tatkala amalan-amalan tersebut diangkat ke sisi Allah ta’ala.

✅ Selain dua hikmah tersebut, ada hikmah yg lain dari puasa Sya’ban yaitu sebagai latihan menghadapi puasa Ramadan.

📝 Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Telah disebutkan makna (hikmah) yang lain tentang puasa Sya’ban, yaitu bahwa puasa bulan tersebut seperti latihan untuk puasa Ramadan. Supaya tidak masuk dalam puasa Ramadhan dalam keadaan berat dan terbebani, akan tetapi telah terlatih dan terbiasa berpuasa, serta telah merasakan kelezatan dan manisnya berpuasa, sehingga memasuki puasa Ramadhan dengan semangat dan bergairah.” (Lathaiful-Ma’arif, hlm. 258)

📑 Oleh: Ustadz Muhammad Rofi حفظه الله

➖ ➖ ➖ ➖ ➖
“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
↘️ Faedah:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ Poster dan Video:
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ Kunjungi Website Kami:
🌏 www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com