DI ANTARA AKHLAK TERPUJI DALAM ISLAM, MENGAJAK PEMBANTU MAKAN BERSAMA

Mari kita cermati hadis berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

إذا جاء أحدَكم خادمُه بطعامِه، فلْيُجلِسْه فإن لم يقبلْ، فلْيناوِلْه منه.

“Apabila pembantu salah seorang dari kalian datang membawakan makanan, hendaknya dia ajak duduk bersama (untuk makan). Bila pembantunya tidak mau, maka ambilkanlah bagian dari makanan itu untuknya.”
(Sahih. Riwayat al-Bukhari, no. 200 dan Ibnu Majah, no. 3.289; Shahih al-Adab al-Mufrad, no. 147)

Indah sekali bimbingan Islam. Namun, tentu saja hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Seumpama, apabila pembantunya itu laki-laki, maka yang mengajak makan bersama ialah majikannya yang juga laki-laki. Dan sebaliknya.

Pintu-pintu yang bisa mengantarkan kepada keburukan seperti ikhtilath (campur baur laki-laki dan perempuan di satu tempat), tetap ditutup rapat dalam kondisi seperti apa pun.

Kita juga bisa ambil pelajaran dari hadis ini untuk menjelaskan kepada nonmuslim atau muslim yang jauh dari agamanya, bahwa ini satu di antara bentuk gambaran keindahan ajaran agama Islam. Semoga bermanfaat.

Ustadz Hari Ahadi حفظه الله


“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com