Category: Manhaj

HATI-HATI PERBUATAN BIDAH MENJAUHKAN SESEORANG DARI ALLAH!

Abu Ayyub al-Sikhtiyani rahimahullah mengatakan,

ما زاد صاحب بدعة اجتهادا إلا ازداد من الله بعدا.

“Tidaklah pelaku bidah semakin menambah kesungguhannya dalam melakukan bidahnya melainkan akan semakin membuatnya jauh dari Allah.” ( Lamm al-Durr al-Mantsur, hlm. 129–130)

FAEDAH:

Penjelasan di atas memberikan faedah yang sangat agung kepada kita semua, yaitu bahwa setiap perbuatan bidah menjauhkan seseorang dari Allah. Semakin dia bersungguh-sungguh dalam perbuatan bidahnya, maka semakin jauh dia dari Allah subhanahu wa taala sekalipun dia menganggapnya baik dan merasa nyaman dengannya. Ketahuilah bahwa hal itu hiasan dari setan. Selengkapnya

BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG TERMASUK BAGIAN DARI NASIHAT

Oleh Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah.

Pertanyaan:

Apa bantahan terhadap orang yang meremehkan permasalahan bantahan terhadap ahli bidah yang dia mengatakan bahwa hal demikian itu termasuk kesia-siaan terhadap ilmu dan yang demikian itu bukan berasal dari kebiasaan salaf?

Jawaban:

Yang mengucapkan ucapan ini adalah orang bodoh. Orang yang menyimpang dibantah dan dijelaskan penyimpangannya agar dia kembali pada kebenaran, dan agar orang lain tidak tertipu olehnya. Ini termasuk bagian dari nasihat. Selengkapnya

DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU, JUJUR DAN MENERIMA KEBENARAN

VIDEO FAEDAH
DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU, JUJUR DAN MENERIMA KEBENARAN

Durasi: [ 01:50 ]
Silahkan Diunduh: https://bit.ly/2LnSPSk

Fadhilatus Asy-Syaikh al- Allamah Rabi bin Hadi al-Madkhali حفظه الله تعالى

Janganlah sekali-kali memiliki sifat keras kepala, hati-hatilah dari sifat ini, Barakallahu fiikum.

Demi Allah, Rasul alaihis shalatu wassalam dahulu beliau suka menerima musyawarah dengan para shahabat beliau. Beliau alaihis shalatu wassalam menerima pendapat-pendapat Umar yang bersumber dari Al-quran dengan sangat mudah.

Demikian Umar juga suka bermusyawarah dan suka mengumpulkan para shahabat yang ikut perang Badr untuk diajak musyawarah.

Dan jika dia terjatuh pada sebuah kesalahan, maka dia segera rujuk dengan sangat mudah. Ini merupakan jalan orang-orang yang beriman yang jujur.
Jadi seorang mukmin memiliki sifat yang mudah dan lembut sikapnya. Yaitu pada dirinya tidak terdapat sikap sombong, tidak takabur, dan tidak merasa tinggi.

Dia menerima kebenaran dari orang yang jauh maupun yang dekat, dari orang yang tua maupun yang muda. Jadi ini adalah jalan islam yang benar.
Jika seseorang terjatuh pada kesesatan namun dia tidak mau rujuk, Justru dia BERUSAHA MERUBAH-RUBAH DAN MENGGANTI-GANTI KESALAHANNYA (agar nampak benar – pent).

Dan dia mempermainkan akal manusia maka sikap semacam ini merupakan hawa nafsu yang KRONIS (sangat parah).
Maka berhati hatilah ya ikhwan (wahai saudara- saudaraku),
Didiklah diri kalian untuk bersikap tawadhu’ dan jujur serta menerima kebenaran.

Semua anak keturunan Adam banyak melakukan kesalahan, Dan sebaik- baik orang-orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.

Siapa diantara kita yang terjatuh pada kesalahan, lalu dia diingatkan oleh saudaranya ataupun oleh musuhnya, maka hendaklah dia segera kembali kepada kebenaran. Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian.

Kunjungi || http://forumsalafy.net/?p=4356 Selengkapnya

NASIHAT EMAS IMAM al-WADI’I RAHIMAHULLAHU TA’ALA BAGI SALAFIYYIN

NASIHAT EMAS IMAM al-WADI’I RAHIMAHULLAHU TA’ALA BAGI SALAFIYYIN

Bersama:
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله تعالى

Durasi: [ 02:52 ]
Silahkan Diunduh: https://bit.ly/32m7EtQ

Soal: Apa nasehat Anda bagi kami, ya Syaikh? 

Jawaban: 

Perkara yang saya nasehatkan kepada kalian sebelum segala sesuatu adalah:

  • Takwallah Subhanahu waTa’ala dan
  • Ikhlas untuk meraih wajah Allah ‘Azza waJalla.

Adapun setelah itu, saya nasehatkan kepada kalian untuk:

  • Gigih dan bersungguh-sungguh dalam mencari dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat:
  • Menjalin tali persaudaraan di antara kalian, serta
  • Berta’awun di atas kebaikan dan ketakwaan.

Saya nasehatkan pula agar kalian berlaku lemah lembut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam bersabda,
“Tidaklah sikap lemah lembut diletakkan pada sesuatu melainkan akan menghiasinya. Dan tidak dicabut dari suatu perkara melainkan semakin mengotorinya.” Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com