APA YANG DIMAKSUD DENGAN HADIS TIDAK ADA PENULARAN PENYAKIT?

Pertanyaan:

Bagaimana dengan penjelasan hadis tidak ada penyakit yang menular?

Jawaban:

Di dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari di dalam Shahihnya no.5707 dari sahabat yang mulia Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر وفر من الجذوم كما تفر من الأسد

“Tidak ada penularan penyakit, tidak ada thiyarah (kesialan), tidak ada burung hantu (yang diyakini oleh orang jahiliyah tatkala bersuara di atas rumah, maka penghuni rumah tersebut akan meninggal), tidak ada Safar (bulan yang diyakini oleh orang jahiliyah penuh bala) dan larilah dari penderita penyakit kusta, seperti engkau lari dari singa!.” Selengkapnya

UNTAIAN NASIHAT SEPUTAR THOUN (WABAH PENYAKIT)

AUDIO SECERCAH NASIHAT
Bersama:
Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh حفظه الله

Durasi: [ 06:15 ]

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ibnu Baz rahimahullah berkata,

يقول النبي صلى الله عليه وسلم : إذا سمعتم بهذا الوباء في أرض -يعني الطاعون- فلا تقدموا عليها، وإن وقع وأنتم بالبلد فلا تخرجوا فرارًا منه فهذا هو فصل النزاع، هذا هو الفصل، إذا وقع الطاعون وأنت في البلد فلا تخرج فرارًا منه، أما إذا خرج الإنسان لحاجة أخرى ليس لقصد الفرار فلا بأس، وأما إذا وقع وأنت خارج البلد فلا تقدم عليه، إذا وقع في الشام أو في مصر أو في أي مكان فلا تقدم عليه، ولكن متى وقع وأنت في البلد فاصبر على قدر الله، والآجال مضروبة ما أحد يتقدم عن أجله ولا يتأخر، Selengkapnya

DAKWAHKAN AGAMA INI MESKI DENGAN SEPATAH KATA

DAKWAHKANLAH AGAMA INI, MESKI DENGAN SEPATAH KATA

✍ Al Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan,

ورحم الله من أعان على الدين ولو بشطر كلمة ، وإنما الهلاك في ترك ما يقدر عليه العبد من الدعوة إلى هذا الدين.

“Allah merahmati siapa yang menolong agama ini meski dengan separuh kata. Kebinasaan akan terjadi hanya ketika hamba meninggalkan apa yang dimampuinya dari dakwah kepada agama ini.” Selengkapnya

DEFINISI IKHLAS

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

الإخلاص هو التنقية والمراد به أن يقصد المرء بعبادته وجه الله عز وجل والوصول إلى دار كرامته بحيث لا يعبد معه غيره لا ملكا مقربا ولا نبيا مرسلا

“Ikhlas itu adalah pemurnian, yang dimaksud adalah seseorang bertujuan mengharapkan Wajah Allah dengan ibadahnya dan sampai kepada negeri yang mulia dengan penerapan tidak kepada selain Allah bersamaan ibadahnya kepada Allah, tidak kepada malaikat yang didekatkan dan tidak pula kepada rasul yang diutus.”
Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hlm. 37 Selengkapnya

KETAATAN BISA MEMBAWA KETENANGAN DAN KETENTERAMAN

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Orang yang melakukan ketaatan mereka memiliki ketenangan dan ketenteraman, walaupun salah seorang dari mereka miskin (harta), Allah memberinya ketenangan pikiran dan qana’ ah.

Adapun pelaku maksiat walaupun hartanya banyak sesungguhnya ia berada dalam kegelisahan dan kebingungan.”

[Tafsir Surat al-Maidah, 2/90]

Sumber:
@Miraath_cards

Alih bahasa
Al-Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.” Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com