Category: Fiqih

JANGAN TERGESA-GESA TATKALA BERWUDU

Disebutkan di dalam hadis.

إنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رَجُلًا تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ويل للأعقاب من النار.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki berwudu lalu meninggalkan (membiarkan tidak terkena air) bagian selebar kuku di atas kakinya. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, maka beliau pun bersabda, “Celakalah tumit yang tidak terkena air wudu (karena) mendapatkan ancaman neraka!” (H.R. Al-Bukhari, no. 60; Muslim, no. 241; An-Nasai, no. 111; dan yang lainnya dengan lafaz yang disebutkan di dalam Taudhihul-Ahkam, jilid 1, hlm. 281) Selengkapnya

FAEDAH MENCUCI KEDUA TANGAN KETIKA BANGUN TIDUR

Dalam hal ini, terdapat hadis dari nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا استيقظ أحدكم من نومه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها ثلاثا فإنه لا يدري أين باتت يده.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah dia memasukkan tangannya ke dalam bejana sampai dia mencucinya sebanyak tiga kali. Dikarenakan dia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.” (H.R. Al-Bukhari, no. 162 dan Muslim, no 278; dengan lafaz dari Muslim) Selengkapnya

SALAH SATU SEBAB SEMPITNYA REZEKI

Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

Disebutkan dalam Shahih Bukhari secara marfu’, Nabi ﷺ bersabda (yang artinya),

“Barang siapa mengambil harta manusia (meminjam atau untuk muamalah) dia berniat untuk menunaikannya, maka Allah memudahkan baginya untuk menunaikannya. Dan barang siapa mengambilnya (sedangkan) dia berniat untuk merusaknya (tidak mengembalikannya), maka Allah akan membinasakannya (dengan mendapat harta yang tidak berkah dan rezeki yang sempit).” Selengkapnya

STATUS BANTAL, GULING, ATAU SEPRAI YANG TERKENA ILER”

Banyak sebab yang menjadikan seseorang mengeluarkan liur/iler saat tidur. Telah banyak penjelasan tentang hal tersebut sekaligus solusi untuk menghentikan “kebiasaan” yang menurut sebagian orang itu memalukan.

Namun kali ini bukan hal itu yang kita bahas, tapi lebih kepada status iler tersebut.. Apakah statusnya najis sehingga harus dibersihkan? Ataukah suci sehingga tidak masalah jika dibiarkan.

Simaklah penjelasan dari Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berikut ini, Selengkapnya

JUAL BELI KREDIT YANG MENGANDUNG RIBA

TANYA JAWAB
Pertanyaan
Jual Beli Kredit yang Mengandung Riba

Apakah proses jual beli motor dengan cara kredit, sebagaimana yang ada pada zaman sekarang ini termasuk praktik ribawi ?

Jawab :

Akad jual beli motor/mobil dengan cara kredit yang ada pada zaman sekarang di diler-diler adalah riba, ditinjau dari dua sisi :

  1. Ada syarat denda pada akad bagi yang menunggak. Tidak benar mengatakan boleh dengan alasan seseorang akan membayarnya tanpa menunggak sehingga tidak terkena denda. Sebab, hal itu adalah akad riba dari asalnya, walaupun dengan niat akan melunasinya tanpa denda. Lagi pula,siapa yang bisa memastikan dia tidak akan menunggak?
  2. Angsuran dibayarkan ke lembaga finance yang menalangi setiap motor/mobil yang dicicil oleh nasabah, tidak dibayarkan ke diler (penjual). Hal itu karena motor/mobil yang dikreditkan oleh diler telah ditalangi/ditebus secara kontan oleh finance tersebut. Artinya, pembeli sebenarnya diutangi secara tidak langsung oleh finance tersebut agar bisa membeli motor/mobil yang dinginkan, lalu pembeli membayar utang itu kepadanya dengan nilai lebih besar (harga cicil). Ini adalah rekayasa riba yang dikenal dengan istilah i’nah model tiga pihak.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh : Al-Ustadz Muhammad as-Sarbini حفظه الله
Sumber : http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-5/

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.” Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com