MEMPELAJARI ILMU AGAMA TERMASUK IBADAH SALAT

بسم الله الرحمن الرحيم.

Sobat pembaca budiman yang mulia.
Dalam sebuah atsar (riwayat) disebutkan:

قال الإمام يحي بن أبي كثير أبو نصر اليمامي التابعي الجليل رحمه الله:

(( تعليم الفقه صلاة ، ودراسة القرآن صلاة )).

[[ كتاب أخلاق العلماء للإمام الآجري رحمه الله /٩ ]].

Al-Imam Yahya bin Abi Katsir Abu Nashr al-Yamami al-Jalil (tabiin) rahimahullah berkata:

“Mempelajari ilmu fikih adalah (ibarat) ibadah salat dan mempelajari (isi kandungan) al-Qur’an juga termasuk (ibarat) ibadah salat.” Selengkapnya

HUKUM MENGAMBIL KEMBALI PEMBERIAN

بسم الله الرحمن الرحيم.

Saudaraku yang mulia.
Termasuk larangan dalam agama Islam yang mulia ini adalah seseorang mengambil kembali suatu pemberiannya yang telah diberikan kepada seseorang, hal ini baik itu dalam bentuk:
1- Sedekah.√
2- Infak.√
3- Zakat.√
4- Hadiah.√
5- Hibah, dll.√

Saudaraku yang mulia.
Bahkan sampai-sampai baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan hal ini dengan seakan-akan:
(-) Seseorang memakan kembali dari apa-apa yang telah dia muntahkan, atau juga…
(-) Seperti seekor anjing yang memakan muntahnya kembali.

Na’uudzu billaah. Selengkapnya

PERBANYAKLAH AMAL SALEH DI SEPULUH HARI PERTAMA PADA BULAN ZULHIJAH

بسم الله الرحمن الرحيم

PERBANYAKLAH AMAL SALEH DI SEPULUH HARI PERTAMA PADA BULAN ZULHIJAH

Sepuluh hari pertama di Bulan Zulhijah memiliki keutamaan yang sangat besar, di antara keutamaannya adalah Allah bersumpah dengannya dan tidaklah Allah bersumpah dengan sesuatu melainkan susuatu tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

والفجر وليال عشر

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Al-Fajr: 1-2)

Berkata al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah, Selengkapnya

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH [Bagian 04]

BAYAR FIDYAH PAKAI UANG

Bila kita melihat ayat tentang fidyah berikut,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” QS. Al-Baqarah: 184

Kita menjadi tahu bahwa fidyah ialah dengan memberi makanan, baik yang sudah jadi atau makanan pokok, bukan dengan uang. Mayoritas ulama berpendapat tidak sah membayar fidyah dengan uang (Dalil al-Anam, hlm. 58). Selengkapnya

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH

HUKUM-HUKUM SEPUTAR FIDYAH [Bagian 03]

JIKA MEMBAYAR FIDYAH DENGAN MAKANAN POKOK

Tidak dijumpai ada hadits khusus yang menjelaskan tentang berapa berat makanan pokok yang dikeluarkan pada tiap hari yang ditinggalkan. Imam asy-Syaukani berkata,

وَلَيْسَ فِي الْمَرْفُوعِ مَا يَدُلُّ عَلَى التَّقْدِيرِ.

“Tidak ada dalam hadits nabi yang menginformasikan tentang ukuran fidyah.” (Nail al-Authar, IV/275)

Di antara pendapat ulama yang ada;

– ½ sha’, yaitu antara 1,3-1,5 kg (beras) [ Sejumlah ulama yang berpendapat demikian seperti Mujahid bin Jabr dan Fatwa Al-Lajnah ad-Da’imah ]
– 1 mud, yaitu berkisar antara 6,3-7,5 ons (beras) [ Kata Ibnu Rusyd di Bidayah al-Mujtahid, I/413, ini pendapat mayoritas ulama ]
– Tidak ada ukuran tertentunya. Intinya, jika porsi itu umumnya sudah cukup untuk jatah sekali makan, maka sudah sah. [ Dari kesimpulan penjelasan Asy-Syaikh al-‘Utsaimin di Al-Liqa’ asy-Syahri no. 41, ialah ± 4-6 ons beras untuk satu hari yang ditinggalkan ] Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com