JADI PEJUANG DI JALAN ALLAH DENGAN ILMU

Asy-Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

الذي يتعلّم العلم ويُعلمه وينشره بين الناس، ويجعل هذا وسيلة لتحكيم شريعة الله، هذا مجاهد

“Orang yang belajar ilmu agama lalu dia mengajarkan dan menyebarkannya ke tengah-tengah manusia sebagai upaya agar agama Allah tegak; orang seperti ini mujahid!.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/184)

Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.” Selengkapnya

HUKUM KELUAR DARI NEGERI YANG TERKENA WABAH KARENA KEPERLUAN

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ibnu Baz rahimahullah berkata,

يقول النبي صلى الله عليه وسلم : إذا سمعتم بهذا الوباء في أرض -يعني الطاعون- فلا تقدموا عليها، وإن وقع وأنتم بالبلد فلا تخرجوا فرارًا منه فهذا هو فصل النزاع، هذا هو الفصل، إذا وقع الطاعون وأنت في البلد فلا تخرج فرارًا منه، أما إذا خرج الإنسان لحاجة أخرى ليس لقصد الفرار فلا بأس، وأما إذا وقع وأنت خارج البلد فلا تقدم عليه، إذا وقع في الشام أو في مصر أو في أي مكان فلا تقدم عليه، ولكن متى وقع وأنت في البلد فاصبر على قدر الله، والآجال مضروبة ما أحد يتقدم عن أجله ولا يتأخر، Selengkapnya

MAHALNYA NILAI ILMU DIMATA PARA SALAF

Berkata Imam Asy-Sya’bi rahimahullah,

“Andaikan seseorang melakukan perjalanan jauh dari ujung negeri Syam menuju ujung negeri Yaman kemudian dia menghafal satu kalimat (ilmu) yang bermanfaat baginya pada masa yang akan datang, maka aku berpendapat sungguh perjalanannya tidak sia-sia.”

Hilyatul Auliya’ 4/313 Jami’ bayan al ilm wa fadhlih hlm. 189

قال الإمام الشعبي: لو أنّ رجلاً سافر من أقصى الشام إلى أقصى اليمن فحفظ كلمة تنفعه فيما يستقبل من عمره، رأيت أنّ سفره لم يضع. Selengkapnya

ILMU BUKAN KARENA KECERDASAN DAN LAMANYA TA’LIM

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

أَنَّ الْعَالِمَ الْكَبِيرَ قَدْ يَخْفَى عَلَيْهِ بَعْضُ مَا يُدْرِكُهُ مَنْ هُوَ دُونَهُ لِأَنَّ الْعِلْمَ مَوَاهِبُ وَاللَّهُ يُؤْتِي فَضْلَهُ مَنْ يَشَاءُ

“Terkadang ada ilmu yang belum dipahami oleh seorang alim besar namun dimengerti oleh orang yang di bawahnya. Karena hakikat ilmu ialah pemberian dari Allah. Dan Allah memberi keutamaan-Nya pada siapapun yang Dia inginkan.” Selengkapnya

HUKUM MEMBERIKAN ATAU MENJUAL ORGAN TUBUH MANUSIA

Pertanyaan:
Bismillah,
Afwan Ustadz hafizhakumullahu, ana mau tanya hukum jual organ tubuh (ginjal dan lain-lain) dari orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal dunia apaka ini boleh, dan apakah juga bisa di qiyaskan dengan pelacur yang jual diri tanpa melepaskan anggota tubuhnya ?

Jazaakumulloohu Khoyron Kat’siron.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa Barokaatuh.

Jawaban:
Terjadi perbedaan pendapat dikalangan Ulama tentang memberikan salah satu anggota tubuh atau semua kepada orang lain dengan kerelaan hati, kebanyakan ulama melarang karena anggota tubuh tersebut adalah milik Allah bukan miliknya, tidak boleh baginya untuk mempergunakannya untuk hal itu, sebagian ulama berpendapat tidak mengapa ketika dia telah meninggal dan dimasa hidupnya dia telah berwasiat untuk itu oleh karena itu Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah ketika ditanya tentang hal ini beliau lebih menyarankan dalam rangka lebih hati-hati tidak melakukannya, karena khawatir hal ini termasuk dalam mencincang yang telah disebutkan larangannya didalam syariat ini, oleh karena itu yang lebih menenangkan hati tidak melakukan perbuatan ini. Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com