Category: Akhlak

TERUS TERANG DAN MENASIHATI

Ketika berteman dengan orang-orang yang baik, seseorang terkadang mendapatkan nasihat yang keras. Akan tetapi, ketika bersahabat dengan orang-orang yang buruk, dia akan sering mendapatkan basa-basi dan sanjungan.

Semoga Allah ‘azza wa jalla merahmati Malik bin Dinar ketika mengatakan,

إِنَّك إِنْ تَنْقُلِ الْحِجَارَةَ مَعَ الْأَبْرَارِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَأْكُلَ الْحَلْوَى مَعَ الْفُجَّارِ Selengkapnya

SAAT ALLAH MEMBATASI RIZKI KITA BOLEH JADI ITU UNTUK MENJAGA AGAMA KITA

Asy-Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

ونحن نشاهد أن الغنى يكون سببا للفساد والعياذ بالله ، تجد الإنسان في حال فقره مُخبتا إلى الله، مُنيبًا إليه، مُنكسر النّفس، ليس عنده طغيان، فإذا أمده الله بالمال ؛ استكبر – والعياذ بالله ـ وأطغاه غناه .

“Betapa kita menyaksikan langsung bahwa kekayaan dapat jadi penyebab seseorang rusak, wal ‘iyaadzu billaah. Ada orang yang kamu lihat saat dia masih susah taat pada Allah, selalu kembali pada-Nya, hatinya halus, dan ia tidak angkuh. Namun ketika Allah beri padanya harta yang lebih -wal ‘iyaadzu billaah- lantas ia jadi sombong dan angkuh karena hartanya.” (Syarah Riyadhus Shalihin, II/41)

Ustadz Hari Ahadi حفظه الله Selengkapnya

MANFAAT BESAR BERTEMAN DENGAN ORANG MISKIN DAN SEDERHANA

Aun bin Abdillah rahimahullah bercerita,

صحبت الأغنياء فلم يكن أحد أطول غماً مني، فإن رأيت رجلاً أحسن ثياباً مني وأطيب ريحاً مني غمني ذلك، فصحبت الفقراء فاسترحت

“Aku bergaul dengan orang orang kaya dan saat itu tidak ada manusia yang lebih panjang kesedihannya melebihi diriku. Saat aku melihat salah satu mereka yang memakai pakaian lebih baik dariku dan dia lebih wangi daripada aku maka itu membuatku sedih. Kemudian aku bergaul dengan orang orang miskin hingga aku pun merasakan ketenangan.”
(Tahdzib al-Hilyah, II/95 melalui Hayatus Salaf, hlm. 570) Selengkapnya

UNTUK APA KAU HABISKAN WAKTU DAN HARTAMU?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ.

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; ilmunya, mana yang sudah ia amalkan; hartanya, dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan; dan tubuhnya, untuk apa ia gunakan.” Selengkapnya

SEORANG MUKMIN SELALU BERUPAYA UNTUK IKHLAS

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

قال بعض السلف “ما جاهدت نفسي على شيء مجاهدتها على الإخلاص ” ولا يعرف هذا إلا المؤمن أما غير المؤمن فلا يجاهد نفسه على الإخلاص .

“Sebagian salaf berkata, ‘ tidaklah aku berusaha keras menundukkan diriku untuk meraih sesuatu seperti kerasnya usahaku untuk meraih ikhlas’ tidaklah mengetahui hal ini melainkan seorang mukmin, adapun selain mukmin maka dia tidak akan berusaha untuk mendapatkan keikhlasan.” Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com