Berikut di antara Akhlak Seorang Dai yang Insyaallah Akan Mendapatkan Penerimaan di Tengah-Tengah Masyarakat

1. Sikap rendah hati.

Sebab kesombongan dan keangkuhan adalah sikap yang sangat tidak disukai oleh manusia, terlebih menurut kacamata agama.

Apabila sikap rendah hati telah menjadi akhlak yang menghiasi seseorang akan terlihat darinya indahnya tingkah laku dan tutur katanya yang santun.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam,

ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣۡﻤَﺔٖ ﻣِّﻦَ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﻟِﻨﺖَ ﻟَﻬُﻢۡۖ ﻭَﻟَﻮۡ ﻛُﻨﺖَ ﻓَﻈًّﺎ ﻏَﻠِﻴﻆَ ﭐﻟۡﻘَﻠۡﺐِ ﻟَﭑﻧﻔَﻀُّﻮﺍْ ﻣِﻦۡ ﺣَﻮۡﻟِﻚَۖ ﻓَﭑﻋۡﻒُ ﻋَﻨۡﻬُﻢۡ ﻭَﭐﺳۡﺘَﻐۡﻔِﺮۡ ﻟَﻬُﻢۡ ﻭَﺷَﺎﻭِﺭۡﻫُﻢۡ ﻓِﻲ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮِۖ

“Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali ‘Imran: 159)

Sikap rendah hati inilah di antara hal yang mendorong pemiliknya untuk menyayangi manusia. Pada gilirannya nanti manusia pun menaruh hormat kepadanya.

2. Sifat dermawan.

Hal ini mencakup dermawan dengan HARTA, WAKTU dan TENAGANYA, serta apa saja yang mampu untuk diberikan demi kebaikan masyarakatnya. Ini termasuk sifat yang menonjol pada diri Rasulullah _shallallahu ‘alaihi was sallam_.

Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dimintai sesuatu dari harta kemudian beliau tidak memberi.

Kedermawan dai menjadi faktor yang mendorong manusia untuk menyambut ajakannya. Sebab, pada dasarnya manusia itu diberi tabiat mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

3. Menjunjung tinggi kejujuran.

Hal ini mencakup kejujuran dalam menyampaikan berita, dalam bertutur kata, dan menepati janji yang telah diikrarkannya, serta menjaga tali perjanjian yang diikat antara dia dan orang lain.

Seorang dai yang biasa berdusta akan mendapatkan hukuman sosial. Ia tidak dipercaya lagi ucapan dan beritanya, meskipun berkata jujur.

4. Tutur kata yang lembut dan bermuka manis di hadapan orang lain.

Sebab, kelemahlembutan tidaklah diletakkan pada sesuatu kecuali menjadikan sesuatu itu indah. Sebaliknya, apabila kelemahlembutan itu hilang dari sesuatu, sesuatu itu akan jelek.

Kelembutan dalam bertutur kata, berpengaruh luar biasa untuk diterimanya suatu ajakan. Ia mengajak dengan tutur kata yang menyebabkan manusia merasa dihormati, diiringi dengan muka yang manis, dan murah senyum.

Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab, kenyataannya senyuman mempunyai daya tarik tersendiri, bahkan bisa melelehkan keangkuhan lawan. Di samping itu, senyuman merupakan amalan yang mendatangkan pahala dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

5. Menjauhi segala hal yang bisa mencacati moral.

Orang yang sudah jatuh kewibawaannya di tengah masyarakatnya karena cacat moral, tidak akan dihormati oleh manusia.

Secara umum masyarakat kita tidak terlalu memandang sedalam apa ilmu seseorang. Mereka lebih cenderung memandang sisi kepribadian dari dai tersebut. Ini membuktikan bahwa akhlak yang mulia adalah faktor utama agar dakwah bisa diterima.

(Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc. حفظه الله)

@WhatsApp AL ISHLAH

➖ ➖ ➖ ➖ ➖
“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com