BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG TERMASUK BAGIAN DARI NASIHAT

Oleh Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah.

Pertanyaan:

Apa bantahan terhadap orang yang meremehkan permasalahan bantahan terhadap ahli bidah yang dia mengatakan bahwa hal demikian itu termasuk kesia-siaan terhadap ilmu dan yang demikian itu bukan berasal dari kebiasaan salaf?

Jawaban:

Yang mengucapkan ucapan ini adalah orang bodoh. Orang yang menyimpang dibantah dan dijelaskan penyimpangannya agar dia kembali pada kebenaran, dan agar orang lain tidak tertipu olehnya. Ini termasuk bagian dari nasihat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدين النصيحة قلنا لمن؟ قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم.

“Agama adalah nasihat.” Kami (para sahabat) bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, imam-imam kaum muslimin, dan masyarakatnya.”

Termasuk nasihat terhadap kitabullah dan sunah Rasulullah adalah membantah orang yang melakukan kesalahan terhadap keduanya, menakwilkan dan menafsirkannya pada pemahaman yang tidak benar. Karenanya wajib untuk kita bantah dan jelaskan kesalahannya.

Demikian pula setiap orang yang salah dalam urusan agama dan ibadah, wajib untuk kita jelaskan. Jika ditinggalkan, niscaya agama akan tersia-siakan! Tersia-siakan!

Allah jalla wa ‘ala di dalam Al-Qur’an membantah orang-orang musyrik, Yahudi, dan Nasrani. Bantahan-bantahan terdapat di dalam Al-Qur’an. Allah bantah dan Allah tidak membiarkan mereka. Ucapan bahwa orang yang menyimpang itu tidak dibantah, maka ini adalah ucapan orang yang bodoh lagi tidak mengetahui.

Namun yang berperan dalam membantah adalah orang yang di sisinya terdapat ilmu, wahai saudara-saudaraku. Mereka para ulama, bukan orang-orang bodoh atau orang yang baru belajar. Mereka itu (orang-orang bodoh atau orang yang baru belajar) kesalahannya lebih banyak daripada kebenarannya. Terkadang, kesalahan mereka lebih banyak dari kesalahan yang dibantah. Terkadang, mereka membantah disertai dengan kebodohan. Tidaklah berperan dalam membantah melainkan para ulama, serta orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan.”

Sumber: https://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=22212

Oleh: Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.


“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com