Bagaimana Hukum Mencium Mushaf Al-Qur’an ?

Dijawab oleh asy-Syaikh Abdulaziz bin Baz -rahimahullah- :

Pertanyaan :
apakah diperbolehkan mencium mushaf wahai syaikh yang mulia ?
Jawab :
Tidak masalah hal demikian, akan tetapi meninggalkannya itu lebih utama dikarenakan tidak adanya dalil amalan tersebut.
Namun jika dia menciumnya maka tidak mengapa.

Diriwayatkan dari Ikrimah bin Abi Jahl -radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya beliau sering mencium mushaf al-qur’an sembari berkata : “ini adalah kalam Rabb-ku”.

Akan tetapi tidaklah dihafal perbuatan tersebut dari selainnya dari kalangan para sahabat, tidak pula dari Nabi -shallahu ‘alaihi wassalam-.

Bahkan pada riwayat diatas perlu ditinjau kembali, demikian pula ke shahihan-nya perlu ditinjau kembali.

Akan tetapi jika dia mencium mushaf al-qur’an dalam rangka memuliakan dan mencintainya, maka hal ini tidak mengapa dilakukan dan meninggalkannya (perbuatan mencium mushaf) itu lebih utama.

حكم تقبيل المصحف

السؤال:

هل يجوز تقبيل القرآن يا سماحة الشيخ؟!

الجواب:

لا حرج في ذلك، لكن تركه أفضل لعدم الدليل وإن قبله فلا بأس، يروى عن عكرمة بن أبي جهل رضي الله عنه أن كان يقبله ويقول: «هذا كلام ربي» لكن لا يحفظ هذا عن غيره من الصحابة ولا عن النبي ﷺ، وفي روايته عنه أيضًا نظر، في صحتها النظر، لكن لو قبله من باب التعظيم والمحبة لا بأس لكن ترك ذلك أولى.

Sumber : https://binbaz.org.sa/fatwas/14281/حكم-تقبيل-المصحف

Sumber: Grup WA Salafy Sragen

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com