APAKAH BOLEH MENGUCAPKAN SALAM PADA WANITA

• Ada dua hukum di sini:

SUNNAH: Yaitu kepada (a) istrinya (b) mahramnya; seperti ibunya, saudarinya, bibinya, dst (c) wanita berumur yang tidak memunculkan godaan.

Al-Allamah Al-Utsaimin mengatakan,

فالسلام على المحارم من النساء والزوجات سنة 

“Mengucapkan salam kepada para mahram wanita dan istri hukumnya sunnah.” (Syarah Riyadhus Shalihin, IV/418)

Imam Nawawi berkata,

وَأَمَّا الْأَجْنَبِيُّ فَإِنْ كانت عجوزا لا تشتهى اسْتُحِبَّ لَهُ السَّلَامُ عَلَيْهَا

“Jika seorang wanita sudah tua dan tidak memunculkan daya tarik maka tetap dianjurkan bagi laki-laki yang bukan mahramnya untuk mengucapkan salam kepadanya.” (Al-Minhaj, XIV/149)

DILARANG: Yaitu kepada (a) wanita muda dan (b) wanita yang berumur tapi masih terlihat menarik.

Imam Nawawi menjelaskan,

وَإِنْ كَانَتْ شَابَّةً أَوْ عَجُوزًا تُشْتَهَى لَمْ يُسَلِّمْ عَلَيْهَا الْأَجْنَبِيُّ وَلَمْ تُسَلِّمْ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ مِنْهُمَا لَمْ يَسْتَحِقَّ جَوَابًا وَيُكْرَهُ رَدُّ جَوَابِهِ هَذَا مَذْهَبُنَا وَمَذْهَبُ الْجُمْهُورِ

“Jika seorang [1] wanita masih muda atau dia sudah tua tapi masih menarik maka [2] laki-laki yang bukan mahram mereka tidak boleh mengucapkan salam pada mereka. Bila salah satu dari dua belah pihak di atas mengucapkan salam maka tidak berhak dijawab. Makruh menjawabnya. Ini ialah pendapat kami dan pendapat mayoritas ulama.” (Al-Minhaj, XIV/149)

Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله


“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com

Tinggalkan komentar

Didukung oleh: Islamhariini.com