AKIDAH SALAF TENTANG ALQURANUL KARIM

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah ditanya tentang bagaimanakah akidah (Ulama) Salaf tentang al-Quranul Karim?

Beliau menjawab: Akidah salaf tentang al-Quran yang mulia adalah seperti akidah mereka terhadap seluruh Nama dan Sifat-Sifat Allah, yaitu akidah yang dibangun di atas petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, shollallahu alaihi wasallam.

Kita semua mengetahui bahwasanya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi menyifatkan al-Quran yang mulia sebagai firman-Nya, dan bahwa alQuran diturunkan dari sisi-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ …

Jika salah seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, berikanlah perlindungan kepadanya hingga ia mendengar Kalam Allah, kemudian antarkan dia sampai di tempat yang aman (Q.S atTaubah ayat 6)

Tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud dengan Kalam Allah di sini adalah al-Quranul Karim.

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ…

Katakanlah: yang menurunkannya adalah Ruhul Qudus (Jibril) dari Rabbmu (Q.S an-Nahl ayat 102)

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَقُصُّ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Sesungguhnya Quran ini menjelaskan kepada Bani Israil tentang kebenaran yang kebanyakan mereka perselisihkan (Q.S an-Naml ayat 76)

Al-Quran adalah Kalam Allah Ta’ala secara lafadz dan makna. Allah berbicara dengannya secara hakiki, dan disampaikan kepada Jibril (Malaikat) yang amanah. Kemudian Jibril turun dengannya (menyampaikan) kepada hati Nabi shollallahu alaihi wasallam, agar beliau menjadi pemberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.

Ulama Salaf berkeyakinan bahwa alQuran diturunkan. Allah Azza Wa Jalla turunkan kepada Muhammad shollallahu alaihi wasallam secara berangsur-angsur dalam 23 tahun sesuai dengan hikmah Allah Azza Wa Jalla. Diturunkannya itu ada yang ibtida-iy dan ada yang sababiy (memiliki penyebab). Maksudnya, sebagian ayat al-Quran diturunkan karena sebab tertentu, dan sebagian turun tanpa sebab.

Sebagian ayat turun dalam menghikayatkan keadaan yang terjadi pada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya. Sebagian ayat ada yang turun terkait hukum-hukum syariat secara ibtida-iy (tanpa ada sebab jelas yang diketahui, pent), berdasarkan yang disebutkan oleh para Ulama dalam permasalahan ini.

Kemudian, sesungguhnya para Ulama Salaf berkata: al-Quran berasal dari sisi Allah secara permulaan, dan kepada-Nya lah akan dikembalikan di akhir zaman. Ini ucapan salaf tentang al-Quranul Karim.

Tidak tersembunyi bagi kita bahwasanya Allah Ta’ala menyifatkan alQuranul Karim dengan sifat-sifat yang agung. Allah sifatkan Quran sebagai hakiim (yang bijaksana; penuh hikmah), kariim (mulia), adzhiim (agung), dan majiid (mulia). Sifat-sifat ini akan mengenai orang-orang yang berpegang teguh dengan Kitab ini (alQuran) dan mengamalkannya secara lahir dan batin. Allah Ta’ala menjadikan kemuliaan, keagungan, hikmah, izzah, dan kekuasaan kepada mereka yang tidak diberikan kepada orang yang tidak berpegang teguh dengan Kitab Allah Azza Wa Jalla.

Karena itu, saya mengajak seluruh kaum muslimin melalui mimbar ini, baik pemimpin maupun rakyat, Ulama maupun masyarakat umum, untuk berpegang teguh dengan Kitab Allah Azza Wa Jalla, secara lahir dan batin, hingga mereka mendapatkan izzah, kebahagiaan, kemuliaan, dan kejayaan baik di seluruh penjuru timur maupun barat bumi. Saya meminta kepada Allah Ta’ala untuk menolong kita dalam merealisasikan hal tersebut.

(Majmu’ Fataawa wa Rosaail Ibn Utsaimin (1/306))

Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:

سئل فضيلة الشيخ: عن عقيدة السلف في القرآن الكريم؟
فأجاب قائلا : عقيدة السلف في القرآن الكريم كعقيدتهم في سائر أسماء الله وصفاته وهي عقيدة مبنية على ما دل عليه كتاب الله وسنة رسوله، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وكلنا يعلم أن الله – سبحانه وتعالى – وصف القرآن الكريم بأنه كلامه، وأنه منزل من عنده قال – تعالى -: { وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَ[:كَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ } . والمراد بلا ريب بكلام الله هنا القرآن الكريم وقال – تعالى -: { قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ } وقال – عز وجل -: { إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَقُصُّ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ } فالقرآن كلام الله – تعالى – لفظًا ومعنى، تكلم الله به حقيقة وألقاه إلى جبريل الأمين، ثم نزل به جبريل على قلب النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ليكون من المنذرين بلسان عربي مبين.
ويعتقد السلف أن القرآن منزل نزله الله – عز وجل – على محمد، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، منجمًا – أي مفرقًا – في ثلاث وعشرين سنة حسب ما تقتضيه حكمة الله – عز وجل -، ثم إن النزول يكون ابتدائيًا، ويكون سببيًا بمعنى أن بعضه ينزل لسبب معين اقتضى نزوله، وبعضه ينزل بغير
سبب، وبعضه ينزل في حكاية حال مضت للنبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وأصحابه، وبعضه ينزل في أحكام شرعية ابتدائية على حسب ما ذكره أهل العلم في هذا الباب.
ثم إن السلف يقولون: إن القرآن من عند الله ابتداء وإليه يعود في آخر الزمان هذا قول السلف في القرآن الكريم.
ولا يخفى علينا أن الله – تعالى – وصف القرآن الكريم بأوصاف عظيمة، وصفه بأنه حكيم، وبأنه كريم، وبأنه عظيم، وبأنه مجيد، وهذه الأوصاف التي وصف الله بها كلامه تكون لمن تمسك بهذا الكتاب وعمل به ظاهرًا وباطنًا فإن الله – تعالى – يجعل له من المجد، والعظمة، والحكمة، والعزة، والسلطان، ما لا يكون لمن لم يتمسك بكتاب الله – عز وجل – ولهذا أدعو من هذا المنبر جميع المسلمين حكاما ومحكومين، علماء وعامة إلى التمسك بكتاب الله – عز وجل – ظاهرًا وباطنًا حتى تكون لهم العزة، والسعادة، والمجد، والظهور في مشارق الأرض ومغاربها، وأسأل الله – تعالى – أن يعيننا على تحقيق ذلك.

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman حفظه الله
WA al I’tishom

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung oleh: Islamhariini.com