Monthly Archive: September 2019

JANGAN MERASA SEMPURNA

Al-‘Allamah al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

الإنسانُ بلا شك لا ينبغي له أن يكمّل نفسه. من ادعى الكمال لنفسه فهو الناقص.

“Hal yang pasti bahwa seseorang tidak pantas menganggap dirinya telah sempurna. Siapa yang menilai dirinya sempurna, berarti dia masih banyak kekurangan.”
(Syarh Riyadh al-Shalihin, I/52)

Ini penting disadari karena bila orang sudah merasa dirinya sempurna, seringnya dia susah pengertian terhadap orang lain. Semoga kita dijaga dari yang demikian.

Ustadz Hari Ahadi hafizhahullah. Selengkapnya

MUSIBAH MENGGUGURKAN DOSA MENINGGIKAN DERAJAT

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏اعلم أن ‎المصائب تكفر ‎السيئات وترفع ‎الدرجات ويحصل بها أجر بشرط الاحتساب، ولهذا ينبغي للإنسان عند مصائب الدنيا أن ينوي بذلك احتساب الأجر على الله، فإذا نوى بذلك الاحتساب صار مع تكفيرها للسيئات فيها مثوبات ورفع درجات

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya musibah-musibah menggugurkan dosa-dosa, meninggikan derajat, dan menghasilkan pahala, dengan syarat mengharapkan pahala, oleh karena inilah sepantasnya bagi seseorang ketika ditimpa musibah-musibah dunia untuk meniatkan mengharapkan pahala kepada Allah dengan hal itu, jadi jika dengan hal itu dia mengharapkan pahala maka di samping menggugurkan dosa-dosa padanya juga terdapat pahala dan meninggikan derajat.” Selengkapnya

HAL YANG BISA MENCACATI KESEMPURNAAN TAUHID

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

وإذا طلبت من أحد الغوث وهو قادر عليه فإنه يجب عليك تصحيحا لتوحيدك أن تعتقد أنه مجرد سبب وأنه لا تأثير له بذاته في إزالة الشدة لأنك ربما تعتمد عليه وتنسى خالق السبب وهذا قادح في كمال التوحيد.

“Apabila engkau meminta bantuan kepada orang lain dalam keadaan dia mampu melaksanakannya, maka wajib atasmu untuk meyakini bahwa dia hanyalah sebagai sebab. Hal itu dalam rangka membenarkan ketauhidanmu. Dia tidak bisa memberikan pengaruh sedikit pun secara zatnya untuk menghilangkan kegentingan karena terkadang engkau bersandar kepadanya dan engkau melupakan Zat yang menciptakan sebab tersebut. Hal ini adalah kecacatan dalam kesempurnaan tauhid.” (Al-Qaul al-Mufid, hlm. 154) Selengkapnya

BALASAN SESUAI AMALAN

Al-Allamah As-Si’dy rahimahullah berkata,

“Barangsiapa yang melalaikan aib-aib manusia dan menahan lisannya dari mencari-cari keadaan-keadaan mereka yang tidak mereka sukai untuk ditampakkan, niscaya akan selamat agama dan kehormatannya dan Allah akan tumbuhkan rasa cinta kepadanya pada hati hamba-hamba-Nya, dan niscaya Allah akan menutupi aib-aibnya. Karena balasan itu sesuai dengan amalan yang dia kerjakan dan tidaklah Rabb-mu mendholimi hamba-Nya.

Al Fawakih Asy Syahiyyah, jilid 1/112. Selengkapnya

Didukung oleh: Islamhariini.com