Monthly Archive: Juni 2019

SIFAT SOMBONG MERUPAKAN PENYAKIT MEMATIKAN DAN MEMBINASAKAN

SEMAKIN BAIK KITA SEMAKIN HARUS PERHATIAN TERHADAP BAHAYANYA, KARENA PENYAKIT INI MENYERANG ORANG-ORANG YANG PUNYA KELEBIHAN :

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah mengatakan,

“Sifat sombong merupakan penyakit mematikan dan membinasakan, wal ‘iyaadzu billaah. Seukuran paling kecilnya kesombongan bisa melemparkan pelakunya ke dalam neraka.

Oleh karena itu, jangan seseorang menganggap kecil masalah kesombongan, baik kepada keumuman masyarakat maupun kepada para ulama; dalam ranah menuntut ilmu atau yang lainnya.

Ini penyakit yang sangat berbahaya.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ Selengkapnya

TERCELANYA ORANG YANG TIDAK MENGAMALKAN ILMUNYA

Berkata shahabat Jundub Al-Bajali radhiyallahu Anhu

Perumpamaan orang yang menasehati orang lain namun dia melupakan dirinya sendiri itu ibarat lilin yang menerangi (kehidupan) orang lain namun membakar dirinya sendiri.

Shahih Ibnu Abi Syaibah rahimahullaah no. 36171

Join Channel Ⓚ①Ⓣ
https://t.me/KajianIslamTemanggung

“Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

Ayo Join dan Share:

Turut Menyebarkan Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
Kunjungi Website Kami:
www.riyadhussalafiyyin.com Selengkapnya

Bukti Cinta Kepada Allah

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

  • “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, ‘Telah berdusta orang yang mengaku mencintai-Ku, namun ketika gelapnya malam menyelimutinya dia justru terlelap dari (beribadah) kepada-Ku. Bukankah setiap pecinta menyukai menyepi berdua dengan kekasihnya?
  • Selengkapnya

    Cinta Karena Allah dan Benci Karena Allah

    Saudariku, ketahuilah, ikatan iman yang paling kuat tergambar pada diri seseorang yang mencintai sesuatu semata-mata karena Allah dan membenci sesuatu juga semata-mata karena Allah.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

    أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْمُوَالَاةُ فِي اللهِ وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ، وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ

    “Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas karena Allah dan antipati karena Allah, serta cinta karena Allah dan benci karena Allah.”
    (HR. ath-Thabarani, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah) Selengkapnya

    JIKA ENGKAU SAMPAI BATAS INI, ENGKAU MUKMIN

    Asy-Syaikh Ahmad an-Najmy rahimahullah berkata:

    تحب الرجل الذي لا يقربك في النسب، ولا من جيرانك الذين تتعاون معهم، ويتعاونون معك على جلب المصالح المشتركة بينكم، ولكنه رجل بعيد عنك في الدار، بعيد عنك في النسب، يبلغك عنه بأنه صاحب سنة، فتحبه لله، إذا بلغت إلى هذا الحد؛ فأنت مؤمن.

    “Engkau mencintai orang yang tidak dekat nasabnya denganmu, bukan termasuk tetanggamu yang engkau saling membantu dengan mereka untuk meraih maslahat bersama diantara kalian, tetapi dia jauh negerinya darimu dan jauh pula nasabnya darimu, namun sampai kepadamu tentang dia bahwa dia adalah orang yang berpegang teguh dengan as-Sunnah lalu engkau mencintainya karena Allah. Jika engkau telah sampai kepada batas ini, maka engkau seorang mu’min.” Selengkapnya

    Didukung oleh: Islamhariini.com